Perbandingan KPR Syariah Dengan KPR Konvensional

 BERITA PROPERTY

Pasti banyak diantara Kita yang tentunya akan bingung memilih antara KPR melalui Bank Syariah atau Bank Konvensional disaat akan membeli rumah, tak terkecuali produk rumah di Semarang. Hal tersebut merupakan faktor penting yang akan menjadi pertimbangan konsumen karena tenor atau masa waktu pembayaran kredit rumah yang bisa mencapai 10 bahkan sampai 20 tahun, dan juga menyangkut kalkulasi hutang dimasa depan. Banyak yang berangapan jika KPR melalui Bank Syariah memliki kelebihan tersendiri yaitu angsuran kredit rumah dari mulai awal sampai akhir sama dan tidak mengalami kenaikan atau floating, namun tidak sedikit pula yang beranggapan jika KPR melalui Bank Konvensional lebih baik karena sering menawarkan promo-promo suku bunga yang ringan, namun apakah benar-benar seperi itu?. Mari sama-sama kita bandingkan antara KPR syariah dan konvensional.

perbandingan kpr syarian dengan kpr konvensional

Banyak diantara kita yang sudah tahu sebelumnya tentang KPR syariah, namun mungkin banyak juga yang masih belum tahu apa sih sebenarnya KPR syariah tersebut. KPR syariah sendiri merupakan salah satu produk KPR yang dikeluarkan oleh Bank dalam hal ini adalah Bank Syariah kepada perorangan yang digunakan untuk memenuhi pembiayaan sebagian atau bahkan keseluruhan kebutuhan akan rumah (tempat tinggal) dengan prinsip jual beli (Muharabah) dan ketentuan dimana proses pembayarannya diangsur dengan jumlah angsuran yang telah ditetapkan di awal dan dibayarkan setiap bulannya. Sementara untuk harga jual antara pihak bank syariah dengan pembeli sudah sepakat dengan margin keuntungan.

Sementara KPR konvensional adalah merupakan salah satu produk KPR yang dikeluarkan oleh bank konvensional. KPR konvensional biasanya menekankan prinsip pinjam meminjam dengan bunga sebagai imbalannya. KPR konvensional sendiri menganut suku bunga sebagai acuannya , maka besarannya cenderung fluktuatif seiring dengan naik atau turunnya suku bunga acuan atau BI Rate yang dikeluarkan oleh Bank Central atau dalam hal ini adalah Bank Indonesia.

KPR sendiri baik yang syariah maupun konvensional pada dasarnya dan secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut, bank membeli rumah tersebut dari pra developer atau juga pemilik, kemudian menjualnya kepada nasabah. Harga jualnya sendiri sudah ditambah dengan margin keuntungan yang disetujui oleh nasabah sejak awal. Setelah itu, nasabah ‘membeli’ rumah tersebut dengan cara mengangsur tiap bulan dalam jangka waktu yang sudah disepakati pula.

Berdasarkan beberapa penjelasan diatas, akan coba kami bandingkan lebih murah mana antara KPR Bank Syariah dengan KPR Bank Konvensional. Prinsip yang dijalankan dalam KPR syariah adalah tidak mengenal adanya bunga, namun besaran magin yang telah dihitung dan ditentukan oleh bank syariah tersebut dibandingkan suku bungan yang menjadi patokan untuk bank konvensional. Yang perlu diketahui dan diperhatikan jika kami hanya memberikan informasi tentang angsuranya Simulasi KPR saja, sementara untuk penjelasan dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kantor Cabang Bank terkait. Dan kami tidak berafiliasi dengan pihak manapun.

Kami akan mencoba memberikan contoh simulasi margin tentang produk KPR syariah, dari hasil penelusuran dari beberapa website Bank Syariah, kami mencoba melakukan simulasi pinjaman KPR sebesar Rp 500.000.000,- dengan jangka waktu selama 10 tahun. Hasilnya KPR syariah dari Bank Syariah, jika dihitung margin per tahun yang setara dengan suku bunga adalah 13,5% sedangkan untuk KPR syariah dari Bank Muamalat margin untuk bank per tahun adalah 12,5%

Nah, diatas sudah kami simulasikan tentang bagaimana perhitungan margin KPR syariah, lalu bagaimana dengan KPR dari produk Bank Konvesional? Kami melakukan perkiraan bunga di 10 tahun kedepan, sesuai dengan jangka waktu KPR dengan mengambil data BI rate 10 tahun sebelumnya. Dari data BI rate tersebut dapat terlihat bahwa selama sepuluh tahun terakhir dari tahun 2006 hingga tahun 2016, BI rate tertinggi adalah 12,25% pada bulan Juli 2006, sedangkan untuk BI rate terendah adalah 5,75% dari bulan April 2012 hingga bulan Mei 2013 dan untuk rata-ratanya adalah 7,3%. Data BI rate selengkapnya dapat dilihat di sini.

Lalu berapa suku bunga KPR-nya? dari pengamatan Kami berdasarkan beberapa sumber, bank konvesional untuk bunga KPR adalah selisih 5,5% dari BI rate, itu untuk mayoritas bank, walaupun ada beberapa dibawah itu, namun Kami hanya mengambil sampel dari 10 bank besar di Indonesia. Jadi jika diambil rata-rata dari data BI rate sebesar 7,3% ditambah 5,5% maka suku bunga floating rata-rata adalah 12,8%.

Kesimpulannya, untuk bank syariah margin per tahun berkisar antara 12,5% hingga 13,5% sedangkan untuk bank konvensional rata-rata suku bunga floating berkisar di angka 12,8%. Namun jangan lupa pada KPR bank konvensional selalu terdapat promo bunga rendah serta fix rate dari 1 tahun dan bahkan bisa mencapai 5 tahun pertama masa angsuran KPR. Jadi pilih yang yang mana? Keputusan tergantung pada Anda dan kebutuhan. Pengajuan KPR syariah cocok bagi yang enggan terkena gejolak fluktuasi suku bunga dan didasari pada pertimbangan agama karena sistem bunga sama dengan riba. Sedangkan salah satu pertimbangan pengajuan KPR konvensional cocok bagi yang menginginkan angsuran yang lebih ringan di awal.

Author: 

Marketing Perumahan dan Ruko di Semarang, Untuk detail informasi mengenai Tipe Rumah dan Ruko, Survey Lokasi, informasi tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun pemesanan Rumah dan Ruko di Semarang silahkan hubungi Telp/Wa: 0812 2666 0880, 0815 7575 9696 atau pin BB 513DABD3

No Responses